This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 21 Oktober 2019

Konfigurasi Load Balancing di Debian 8.11 menggunakan HAProxy


Assalamualaikum WR.WB.

 Load Balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi. Load balancing digunakan pada saat sebuah server telah memiliki jumlah user yang telah melebihi maksimal kapasitasnya. Load balancing juga mendistribusikan beban kerja secara merata di dua atau lebih komputer, link jaringan, CPU, hard drive, atau sumber daya lainnya, untuk mendapatkan pemanfaatan sumber daya yang optimal.

Berikut step by stepnya :

Konfigurasi dan install nginx pada web server 1 & web server 2.

Pertama login dan masuk ke directory root, dan setting interface dengan ketik 
nano /etc/network/interfaces.

web server 1.
 web server 2.

Kemudian restart networking kedua server dengan ketik /etc/init.d/networking restart.


Kemudian scan DVD Binary-2 pada kedua server dengan ketik apt-cdrom add.


Selanjutnya install nginx pada kedua server dengan ketik apt-get install nginx -y dan masukkan DVD Binary-1 dan 2 nantinya.


Kemudian jalankan nginx dengan perintah service nginx start, dan cek status apakah nginx sudah berjalan dengan perintah service nginx status.


 Masuk ke text editor nginx dengan perintah nano /var/www/html/index.nginx-debian.html.


Edit text editor nginx untuk membedakan web server 1 dan web server 2.

web server 1.
 web server 2.

Kemudian restart nginx pada kedua web server dengan ketik /etc/init.d/nginx restart.


Konfigurasi HAProxy pada serverutama.

Pertama login dan masuk ke directory root, dan setting interface dengan ketik 
nano /etc/network/interfaces.

Pada eth0 yang mengarah ke internet dan eth1 ke LAN web server 1 & web server 2.


Kalau sudah restart.


Kemudian scan DVD Binary-3 pada kedua server dengan ketik apt-cdrom add.


Selanjutnya install haproxy dengan perintah apt-get install haproxy.


Masuk ke text editor default haproxy dengan ketik nano /etc/default/haproxy.


Hilangkan tanda (#) pada CONFIG="/etc/haproxy/haproxy.cfg".

 1.
 2.

Kemudian tambahkan script pada text editor haproxy.cfg dengan ketik perintah nano /etc/haproxy/haproxy.cfg.


Tambahkan script seperti dibawah ini:

frontend web_http
               bind *:80
               mode http
               default_backend web_server

backend web_server
               balance roundrobin
               mode http
               server web1 192.168.40.18:80 check
               server web2 192.168.40.19:80 check


Selanjutnya restart saja kalau sudah.


PENGUJIAN

Kemudian buka web browser untuk menguji, ketik ip address pada router yang mengarah ke internet yaitu 192.168.2.217.


Kemudian coba stop nginx pada web server 1, apakah web server 2 meng-backup atau tidak ?
Dan coba refresh atau bisa juga tekan f5 pada keyboard, kalau bisa akan seperti gambar dibawah ini.


Sekian terima kasih, semoga bermanfaat.

Wasslamulaikum wr. wb.





Selasa, 15 Oktober 2019

Konfigurasi Sistem Kontrol & Monitoring

Assalamualaikum, wr,wb 
Dipostingan kali ini saya akan menjelaskan dan memberi kan tutorial tentang Konfigurasi Sistem Kontrol & Monitoring sebelum itu apakah kalian tau apa itu monitoring?
Monitoring adalah merupakan bagian dari sebuah aktivitas dimana sebuah pengawasan atau pemantauan untuk tujuan dan hasil dari hal tersebut akan dijadikan sebagai bahan evaluasi. Sedangkan menurut WHO Monitoring adalah suatu proses pengumpulan dan menganalisis informasi dari penerapan suatu program termasuk mengechek secara reguler untuk melihat apakah kegiatan/program itu berjalan sesuai rencana sehinga masalah yang dilihat/ditemui dapat diatasi. Monitoring server sangat banyak aplikasi yang bisa digunakan. Dalam hal ini saya ambil PRTG Network Monitor

PRTG Network Monitor memonitor ketersediaan jaringan dan pemakaian jaringan menggunakan berbagai macam protokol, meliputi SNMP, Netflow, dan WMI. Aplikasi ini termasuk powerful, menawarkan tampilan antarmuka berbasis web yang mudah digunakan serta aplikasi untuk iOS dan Android. Berikut ini fitur-fitur utama PRTG Network Monitor:

1. Langkah pertama kita ketik PRTG pada address bar kemudian buka link berikut ini : https://www.paessler.com/


2. Setelah link download diklik maka akan muncul lisensi name dan lisensi key. Dimana lisensi name digunakan untuk login nantinya sedangkan lisensi key memasukkan key lisensi yang didaftarkan pada PRTG.



3. Setup pertama sekali pilih bahasa yang diguanakan pada saat instalasi, gunakan bahasa inggris untuk memulai instalasi lalu klik Ok. 



4.  Selanjutnya lisensi agreement untuk melanjutkan proses instalasi. Klik tombol I accept the agrement the agreement lalu klik next.



5. selanjutnya isikan alamat email yang masih akfit untuk melanjutkan proses instalasi lalu klik Next. 



6. Masukan lisensi name dan lisensi key yang sudah didapatkan pada saat download. 



7. Masukan ip sesuai nomer absen. 




8. Setelah proses instalasi selesai maka akan menuju link aplikasi yang ada pada PRTG secara otomatis.




9. Berikut ini beberapa tampilan hasil monitoring. 




Cukup sekian postingan kali ini semoga bermanfaat 
Wasslamualaikum,Wr,Wb.

Senin, 14 Oktober 2019

Memisahkan Bandwith Lokal dan Internasional dengan Queue Tree


Assalamualaikum WR.WB.
Di postingan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara melakukan pemisahan queue untuk trafik internet internasional dan trafik ke internet Indonesia (Lokal dan Internasional).

Apa itu nice.rsc ? nice.rsc adalah suatu text yang berbentuk address list atau ip address yang ada di indonesia.

- Kita download dengan ketik perintah " tool fetch address=ixp.mikrotik.co.id src-path=/download/nice.rsc mode=http; "

- Kemudian setelah selesai di download , kita import file tersebut dengan ketik perintah "import file-name=nice.rsc".


- Kemudian setelah selesai di download , kita import file tersebut dengan ketik perintah "import file-name=nice.rsc".

Pertama kita buat terlebih dahulu rule untuk lokal dengan menggunakan chain prerouting dan ds-address-list menggunakan nice yang baru saja kita download tadi , dan action yang digunakan adalah mark-connection dengan namanya adalah LOKAL.






Kemudian setelah selesai membuat rule untuk connection lokal , kita buat packet untuk si lokal yang baru saja kita buat , dengan menggunakan action mark-packet dan connection mark nya arahkan ke rule si LOKAL


Selanjutnya membuat rule untuuk international.

Konfigurasi rule yang sudah dibuat , lalu buat paket uploud dan download pada lokal dan internasional .

Buat paket upload dan download pada lokal


Dan buat paket upload dan download pada internasional


Rule yang kita buat akan terdaftar pada ip firewall mangle , kita pisahkan antara lokal dan internasional .

Setelah membuat rule pada firewall mangle , kita masuk pada Queue dan sebelumnya kita buat terlebih dahulu queue type nya , kita bedakan antara upload dan download


Kita membuat dengan kind nya pcq PCQ Download , classifier yang digunakan yaitu dst.address PCQ Upload , classifier yang digunakan yaitu src.address


Jika queue type sudah terbuat, selanjutnya ke queue tree untuk menambahkan rule upload dan download


Klik add pada queue tree .


Buat terlebih dahulu parentnya beri nama lokal dan internasional.


Tambahkan rule untuk download lokal dan upload lokal. Untuk download kita beri bandwith 1Mb dan untuk yang upload 768k .
Queue Type nya kita masukkan type queue yang baru saja kita buat pada queue type


Setelah membuat queue untuk yang lokal , kita buat juga rule pada queue untuk memisahkan bandwith download dan bandwith upload untuk yang internasional
Packet Marks yang digunakan kita arahkan pada rule yang dibuat pada firewall mangle , tapi yang terdapat pada internasional


Hasil pembuatan rule pada queue tree.


Pengujian .

Kemudian kita speedtest menggunakan server lokal maka queue tree lokal akan berjalan

 Jika kita speedtest menggunakan server internasionalmaka queue tree internasional akan berjalan .

Sekian postingan kali ini semoga bermanfaat 
WASSALAMUALAIKUM, WR,WB

Konfigurasi Control Panel Hosting

Assalamu'alaikum wr.wb Control Panel merupakan sebuah aplikasi yang berisi fasilitas-fasilitas untuk mengatur fungsi-fungsi pa...