Assalamualaikum WR.WB.
Load Balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi. Load balancing digunakan pada saat sebuah server telah memiliki jumlah user yang telah melebihi maksimal kapasitasnya. Load balancing juga mendistribusikan beban kerja secara merata di dua atau lebih komputer, link jaringan, CPU, hard drive, atau sumber daya lainnya, untuk mendapatkan pemanfaatan sumber daya yang optimal.
Berikut step by stepnya :
Konfigurasi dan install nginx pada web server 1 & web server 2.
Pertama login dan masuk ke directory root, dan setting interface dengan ketik
nano /etc/network/interfaces.
web server 1.
web server 2.
Kemudian restart networking kedua server dengan ketik /etc/init.d/networking restart.
Kemudian scan DVD Binary-2 pada kedua server dengan ketik apt-cdrom add.
Selanjutnya install nginx pada kedua server dengan ketik apt-get install nginx -y dan masukkan DVD Binary-1 dan 2 nantinya.
Kemudian jalankan nginx dengan perintah service nginx start, dan cek status apakah nginx sudah berjalan dengan perintah service nginx status.
Masuk ke text editor nginx dengan perintah nano /var/www/html/index.nginx-debian.html.
Edit text editor nginx untuk membedakan web server 1 dan web server 2.
web server 1.
web server 2.
Kemudian restart nginx pada kedua web server dengan ketik /etc/init.d/nginx restart.
Konfigurasi HAProxy pada serverutama.
Pertama login dan masuk ke directory root, dan setting interface dengan ketik
nano /etc/network/interfaces.
Pada eth0 yang mengarah ke internet dan eth1 ke LAN web server 1 & web server 2.
Kalau sudah restart.
Kemudian scan DVD Binary-3 pada kedua server dengan ketik apt-cdrom add.
Selanjutnya install haproxy dengan perintah apt-get install haproxy.
Masuk ke text editor default haproxy dengan ketik nano /etc/default/haproxy.
Hilangkan tanda (#) pada CONFIG="/etc/haproxy/haproxy.cfg".
1.
2.
Kemudian tambahkan script pada text editor haproxy.cfg dengan ketik perintah nano /etc/haproxy/haproxy.cfg.
Tambahkan script seperti dibawah ini:
frontend web_http
bind *:80
mode http
default_backend web_server
backend web_server
balance roundrobin
mode http
server web1 192.168.40.18:80 check
server web2 192.168.40.19:80 check
Selanjutnya restart saja kalau sudah.
PENGUJIAN
Kemudian buka web browser untuk menguji, ketik ip address pada router yang mengarah ke internet yaitu 192.168.2.217.
Kemudian coba stop nginx pada web server 1, apakah web server 2 meng-backup atau tidak ?
Dan coba refresh atau bisa juga tekan f5 pada keyboard, kalau bisa akan seperti gambar dibawah ini.
Sekian terima kasih, semoga bermanfaat.
Wasslamulaikum wr. wb.



































































